15 June 2021

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

Jl. Basuki Rahmad No. 20 A Probolinggo Jawa Timur

Program Kampus Mengajar Di SDN Pakistaji 1, Bagaimana Ceritanya ?

3 min read

WONOASIH – Pagi yang cerah dan udara yang sejuk menyambut kedatangan beberapa mahasiswa yang datang ke SDN Pakistaji 1. Mereka datang untuk melaksanakan Program Kampus Mengajar dan membantu sekolah terdampak pandemi  Covid-19  angkatan 1 tahun 2021. Program ini melibatkan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tujuannya untuk menjembatani kesulitan belajar di sekolah dasar baik secara daring maupun luring. Satu-satunya sekolah di Kota Probolinggo yang mendapat program ini adalah SDN Pakistaji 1.

“Mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan program Kampus Mengajar di SDN Pakistaji 1 berjumlah 8 orang; 3 orang dari Universitas Jember, 1 orang dari Universitas Muhammadiyah, 3 orang dari Universitas Negeri Malang, 1 orang  dari  STMIK PPKIA Pradnya Paramita. Program ini akan berlangsung selama 3 bulan, 22 Maret s.d 25 Juni 2021,” kata Darto mahasiswa dari Universitas Negeri Malang.

“Dengan senang hati kami akan membantu SDN Pakistaji 1 untuk menuju ke arah  yang lebih baik. Kita akan bersinergi dengan guru-guru untuk memberikan pembelajaran baik secara daring maupun luring kepada para siswa. Kami juga akan bantu guru-guru dalam bidang Teknologi pendidikan.” Kata Ayu Soraida mahasiswa Universitas Negeri Malang yang jurusannya Teknologi Pendidikan.

Sapik, Kepala SDN Pakistaji 1 menyatakan sangat senang dan bangga menjadi salah satu sekolah tujuan dari program Kampus Mengajar.

“Saya yakin Program ini akan menjadi pemicu  peningkatan mutu pendidikan di SDN Pakistaji 1. Walaupun di pinggiran tapi dengan semangat menyala sekolah yang saya pimpin ini terus berbenah dan bergerak untuk meningkatkan kualitasnya,” tutur sapik dengan bangga.

Hadir dalam penyambutan mahasiswa dalam program Kampus Mengajar tersebut, Agus Lithanta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo. Dalam sambutannya Agus menyampaikan harapannya para mahasiswa bisa menjadi  change of agent (agen perubahan) untuk menjembatani kesulitan belajar  para siswa baik secara daring maupun luring di masa Pandemi Covid-19. Para mahasiswa dimohon untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat di kampus untuk bisa diaplikasikan dan didedikasikan di lembaga sekolah.

SDN Pakistaji 1 merupakan salah satu sekolah yang terletak di perbatasan Kota Probolinggo paling selatan.  Walaupun terletak di pinggiran, tapi semangatnya tidak bisa dikatakan pinggiran. Sekolah ini sudah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Probolinggo  sebagai Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

“Pada tahun 2015 SDN Pakistaji 1 mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata. Kekompakan antara lembaga  sekolah, komite sekolah dan wali murid membuahkan hasil yang luar biasa. Bukan hanya sekolahnya tambah cantik dan rindang tapi torehan prestasi juga kami dapat,” tutur Sapik Kepala SDN Pakistaji 1.

Yang menarik lagi sekolah ini memiliki branding sebagai sekolah yang selalu mengikutsertakan para siswanya berkompetisi di berbagai event lomba. Prestasi yang diraih para siswa SDN Pakistaji 1 juga gemilang. Baru-baru ini di bulan Maret siswanya menduduki peringkat 4 olimpiade matematika tingkat Kabupaten/Kota Probolinggo yang dilaksanakan oleh SMP IT Permata. Tahun 2019 pernah mendapatkan medali emas untuk olimpiade Matematika dan sains yang dilaksanakan oleh emerald education centre.

Terpisah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Moch Maskur menyampaikan sangat mengapresiasi  dengan dilaksanakannya Program Kampus Mengajar. Dengan melibatkan para mahasiswa yang juga generasi millennia diharapkan memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kualitas pendidikan yang sekarang didengungkan melalui sekolah penggerak.

”Program Kampus mengajar ini sangat membantu sekali kepada peserta didik dan juga kepada gurunya merasa dibantu dalam kegiatan proses belajar mengajar. Bagi mahasiswa merupakan peluang yang sangat baik untuk menimba ilmu serta menambah banyak wawasan khususnya di bidang pendidikan,”jelasnya

“Bagi saya pendidikan di Kota Probolinggo tidak lagi harus terkotak-kotak dengan istilah sekolah favorit dan tidak favorit, Sekolah Pinggiran dan sekolah tengah. Semua sekolah seharusnya menjadi sekolah yang favorit. Tidak boleh ada lagi sekolah yang termarginalkan. Kemajuan sekolah harusnya merata,” Pungkas Maskur yang sangat konsen terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo. (Agus Lithanta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©2021 Dikbud Kota Probolinggo | Newsphere by AF themes.