15 June 2021

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

Jl. Basuki Rahmad No. 20 A Probolinggo Jawa Timur

Rilis Inflasi Bulan Maret 2021 Kota Probolinggo – Inflasi Didominasi Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau

2 min read

MAYANGAN – Kegiatan rilis inflasi bulan Maret 2021 Kota Probolinggo, digelar melalui Radio Suara Kota Probolinggo. Melalui Radio Suara Kota Probolinggo, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyampaikan informasi terupdate terkait perkembangan inflasi menjelang bulan ramadhan  tahun ini.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks 4 kelompok pengeluaran, yaitu  kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,69%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06%; kelompok kesehatan sebesar 0,65%; kelompok penyedia makanan dan minuman/restoan sebesar 0,36%.

Dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga, yaitu kelompok transportasi sebesar  0,05%; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,65%. Sedangkan indeks 5 Kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok pengeluaran perlengkapan rumah tangga; kelompok pengeluaran informasi komunikasi dan jasa keuangan ; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya serta kelompok pendidikan.

Kota Probolinggo pada bulan  Maret 2021 terjadi inflasi sebesar 0,18 persen dengan indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 105,07. Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2021 sebesar 0,51% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 1,56%

Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,45% dengan IHK sebesar 106,36, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,08% dengan IHK sebesar 104,16. Tidak ada satu kota pun yang mengalami deflasi.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di pasar tradisional dan pasar modern di Probolinggo, yaitu Pasar Baru, Pasar Wonoasih, dan GM Hypermart, pada Maret terjadi inflasi sebesar 0,18%.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu cabai rawit sebesar 0,1685, bawang merah 0,0329, jagung manis 0,0254, daging ayam ras 0,0239, udang basah sebesar 0,0139. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi, yaitu beras sebesar 0,0915, cumi-cumi 0,0095, tongkol diawetkan 0,0083, daging sapi 0,080 dan ikan mujair 0,0040.

Kelompok pendidikan pada bulan Maret 2021 tidak mengalami perubahan atau tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi.

“Pembelajaran tatap muka berdasarkan SKB 4 menteri akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru bulan Juli tahun 2021,”terang Agus Lithanta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ketika ditanya PTM.

Hadir dalam rilis inflasi tersebut asisten ekonomi dan pembangunan, Rini Sayekti. Beliau  berharap di bulan Ramadhan tidak ada lonjakan harga yang berpengaruh terhadap inflasi di Kota Probolinggo.

” Harapannya memasuki bln suci Ramadan dan persiapan Idul fitri masyarakat tetap mengontrol pengeluaran. Belanja secukupnya saja dan perbanyak shodaqoh.  Masyarakat  tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok bahan pangan.  Nanti juga akan diadakan bazar pasar murah dan sidak harga pasar.”terang asisten yang murah senyum ini.

”Semoga di bulan ramadhan masyarakat Kota Probolinggo bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan tidak terjadi aksi borong pembelian yang mengakibatkan supply dan demand tidak seimbang. Hal itu akan menyebabkan inflasi.”pungkasnya menutup perbincangan. (Agus Lithanta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright ©2021 Dikbud Kota Probolinggo | Newsphere by AF themes.